Minggu, 05 Juni 2016

JURNAL ITSM



Resume Jurnal ke I  :
NAMA :Auliya Maharani
Npm :11114843
RANCANGAN INFORMATION TECHNOLOGY SERVICE MANAGEMENT MENGGUNAKAN INFORMATION TECHNOLOGY INFRASTRUCTURE LIBRARY (Studi Kasus: STMIK AMIKOM Purwokerto)

IT Service Management (ITSM) digunakan untuk meningkatkan efisensi pelayanan teknologi informasi kepada pengguna yang terdapat dalam framework information technology infrastructure library.sedangkan kinerja IT Infrastrukture Library (ITIL) merupakan best practice yang bertujuan meningkatkan efisiensi operasional TI dan kualitas pelanggan. ITIL adalah fungsi TI sebagai pengatur sebuah penetapan dalam IT Service Management.
            Alur Framework IT Infrastructure Library adalah sebagai berikut :

a.       Planning To Implement Service Management
Tujuan organisasi sebagai tjuan yang akan dicapai dari organisasi

b.      Business Perspective

         Bisnis dirumuskan dalam data rencana strategis yang dibuat untuk jangka pendek sampai dengan jangka panjang

c.       Assement

        Dari hasil pengumpulan data mencari tingkat maturity level penggunaan IT yang telah diterapkan hasil perhitungan tidak dijadikan sebagai alat untuk merancang IT Service Management

d.         Service Delivery

      Service Delivery adalah domain yang akan digunakan untuk merancang IT service Management terdapat proses-proses yang akan digunakan Service Level Management,Availability Management,Financial Management,capacity Management dan continuity Management. Tahap ini merupakan tahapan pelayanan IT yang aktivitasnya dilakukan secara periodic

e.       Service Support

 
          Domain IT Service Management yang akan digunakan untuk membangun IT service Managemenr selain dari service Delivery adalah service support yang juga memiliki proses kerja yang akan digunakan untuk menganalisi dan merancang yaitu incident management,problem management,configuration management,release management dan change management. Tahap ini merupakan tahapan sebagaimana pelayanaan IT yang akivitasnya dilakukan setiap hari.

IT Service Management

a.       Service Level Management 
 
  service level management dalam service level agreement pada bagian IT merupakan proses yang menjadikan kekurang dari sistem yang sudah ada. 

b.      Financial Management
        Financial management penerapan teknologi informasi dan sistem informasi dengan tahapan penentuan anggaran pada setiap dari bagian IT yang diajukan ke bagian keuangan lalu dilakukan realisasi anggaran pada setiap periode atas pengajuan anggaran yang telah disetujui.

c.       Capacity management
 
     Dengan adanya capacity plan barkaitan dengan penambahan fitur atau perubahan system informasi maupun pengadaan atau peniadaan teknologi yang digunakan.

d.      Continuity Management

        Continuity management belum dilakukan secara maksimal karena belum adanya divisi khusu yang focus pada pengembangan IT. Untuk permbaiki hal tersebut perlu penrapan continuity management yang sesuai dengan ITIL.

e.       Availability Management

      Availability management dengan aturan ITIL yaitu Reactive Acivities adalah proses monitoring measuring analysis dan analisis permasalahan yang mempengaruhi layanan yang ada

 f.       Incident Management
    Incident merupakan pemulihan kegagalan yang harus ditangani selain yang sudah ditangani dalam standar normal

g.  Problem Management
    Problem management sudah diterapkan kepada pengguna system informasi dengan menambahkan rancangan pesan eror

   h.      Configuration management

    Configuration management basis data(CMDB) digunakan sebagai alat yang mebhasilkan tidak hanya sekedar infomasi terkait dengan detail-detail komponen yang digunakan untuk mengatur IT service tetapi juga melakukan pendataan atas pemindahaan,perawatan dan mendata laporan atas masalah yang ada pada komponen IT service.

   i. Change Management and Release Management
    Change management dan release management sebgai berikut change and release schedule jika ada pengajuan incident maka change management yang akan mengidentifikasi umtuk melakukan perunahan dan melalui prosedur persetujuan jika disetuji makan akan berlanjut ke release management.

JURNAL KE-2
Judul :  Self Assessment Service Design Pada PT. Dinustek Menggunakan Framework ITIL V.3
Studi Kasus : Pelayanan Pengadaan Fasilitas Hotspot di Universitas Dian Nuswantoro

link jurnal : http://eprints.dinus.ac.id/13530/

oleh : Muhammad Gofa Surfilianto


  Penyediaan fasilitas hotspot yang diberikan untuk Dosen, Pegawai, dan Mahasiswa sebagai penunjang untuk meningkatkan kinerja dosen dalam melakukan aktifitas mengajar di lingkungan kampus, dan sebagai fasilitas yang dapat menunjang mahasiswa dalam melakukan aktifitas belajar di lingkungan kampus. Implementasi ITIL pada perusahaan umumnya dilakukan dengan cara mengevaluasi seluruh komponen/perangkat yang berkaitan dengan TI, terutama divisi TI pada perusahaan tersebut.

Dalam pelaksanaan sebagai perusahaan yang menyediakan layanan teknologi informasi di lingkungkan Universitas Dian Nuswantoro, PT. Dinustek mengalami kendala pada pemberian layanan teknologi informasi yang masih belum maksimal dalam memberikan fasilitas layanan untuk mahasiswa, dosen dan pegawai di lingkungan Universitas Dian Nuswantoro seperti kurangnya titik hotspot sebagai fasilitas mahasiswa untuk mencari bahan materi kuliah dan fasilitas internet yang disediakan kampus masih relatif lambat. Hal itu dapat di lihat pada waktu input Kartu Rencana Studi (KRS) mahasiswa masih banyak yang merasa belum puas untuk fasilitas internet yang disediakan oleh PT. Dinustek.

 Hasil Penelitian
 Pada hasil analisa Service Level Management, Proses Pre-Reuisets, Proses Capability, dan Management Information pada PT. Dinustek sudah memenuhi standar ITIL. Sedangkan untuk proses Product memerlukan peningkatan pada proses dokumentasi layanan dan komponen perusahaan dalam menjalani proses bisnis dan Customer Interface membutuhkan perbaikan dalam proses pemantauan kepusasan pelanggan dalam menggunakan layanan yang diberikan .

Pada hasil analisa proses Availability Management, proses Pre-Requisites, Products, dan Management Information pada PT.Dinustek sudah memenuhi standar ITIL. Sedangkan untuk Process Capability membutuhkan peningkatan dalam proses prosedur operasional dalam kegiatan penerimaan sumberdaya, dan Customer Interface membutuhkan peningkatan dalam pemantauan tren kepuasan pelanggan agar dapat memenuhi standar ITIL. 

Pada hasil analisa proses Capacity Management, proses Pre-Requisites, Process Capability, Products, dan Management Information pada PT. Dinustek sudah memenuhi standar ITIL. Seadangkan untuk proses Customer Interface membutuhkan perbaikan dalam pemberian informasi survei pelanggan ke dalam agenda peningkatan pelayanan untuk mengukur kepuasan pelanggan dalam menggunakan pelayanan perusahaan agar proses tersebut dapat sesuai dengan standar ITIL. 

 Kesimpulan 

Dari hasil analisis Service Design menggunakan framework ITIL V.3 pada perusahaan PT. Dinustek dapat ditarik sebuah kesimpulan sebagai berikut :
Penerapan Service Design menggunakan Framework ITIL V.3 dapat diimplementasikan pada proses bisnis pada perusahaan PT. Dinustek dengan melakukan analisa Service Catalog Managament, Service Level Management, Availability Management, Capacity Management, IT Service Continuity Management, Information Security Management, dan Supplier Management.
Hasil analisa Self Asessment meliputi analisa IT Service Continuity, Service Level Management, Availability Management, dan Capacity management digunakan untuk pengambilan keputusan dalam proses pengambilan keputusan dalam penyediaan layanan teknologi informasi.
Strategi yang dibuat oleh perusahaan untuk meningkatkan prosentasi tingkat kepuasan mahasiswa, dosen, dan pegawai
dengan cara mempertahankan integrasi eksternal ada IT Service Continuity Management, Strategi untuk memertahankan kemampuan proses pada service level management, Mempertahankan management informasi pada strategi availability management, dan mempertahankan kemampuan proses pada strategi capacity management. 

JURNAL KE-3

Judul :
KERANGKA PEMILIHAN PERANGKAT LUNAK SERVICE DESK SEBAGAI REKOMENDASI IMPLEMENTASI ITSM

Link Jurnal : ejournal.himsya.ac.id/index.php/HIMSYATECH/article/download/55/50

Oleh : Retno Yunitasari

Informasi teknologi informasi service management (ITSM) yg merupakan patokan dalam mengelola teknologi informasi lebih mengfokuskan pada kualitas layanan dari teknologi agar memiliki hubungan yang baik dengan user sehingga tidak hanya sebatas teknologi dan organisasi internal yang di utamakan dan dari sekian banyak kerangka kerja untuk ITSM yang paling banyak di gunakan yaitu ITIL. ITIL adalah dokumentasi best praite ITSM yang kompretensif dan konsisten ITIL yang luas menggambarkan keseluruhan ITSM dalam beberapa modul. Dan ITIL dapat diterapkan dalam organisasi yang kecil maupun besar. Dari berbagai referensi  menyarankan implementasi service desk sebagai modal yang tepat untuk mengimplementasikan ITSM dalam persediaan layanan TI.

Alasan penerapan service management menurut ITIL adalah untuk mengarahkan organisasi IT service provider untuk mencapai efisiensi dan efektivitas IT sembari meningkatkan kualitas service terhadap bisnis sesuai biaya yang disediakan.

Berikut ini beberapa peran dan manfaat teknologi  bagi service derk menurut ITIL dan dema Knapp


  •        Informasi mudah di akses dan akurat

  •        Respon terhadap castemer dapat padat lebih cepat
  •   Peran dan fungsi spm  ali dapat di optimalkan, dll

Metode pemilihan yang dilakukan memakai langkah-langkah dari Denna Knap yaitu pendefisian tujuan, pendefisian kebutuhan, pembobotan kebutuhan, identifikasi kandidat vendor, evaluasi kandidat vendor, evaluasi finalis, dan membuat keputusan final Sehingga ditemukan dua vendor yang paling sesuai dengan yang dibutuhkan. Yaitu Request Tracker (RT) dan Open Ticket Request System (OTRS). Dari hasil yang diperoleh, OTRS memiliki keunggulan  dibanding RT baik dari segi kelengkapan modul maupun fitur-fiturnya. OTRS sesuai digunakan untuk sistem yang kompleks dan butuh keunggulan yang tinggi karena OTRS telah "ITIL V3 complaint" jadi akan memudahkan untuk organisasi yang mempunyai rencana dalam pengimplementasian ITSM dalam organisasi TInya.Dalam rangka pengimplementasian ITSM yang mudah dan akurat bagi para pengguna maka dilakukan pengujian terhadap beberapa vendor perangkat lunak service desk.

Anggota Kelompok :

Muhammad Gofa Surfilianto (171114271)
Retno Yunitasari (19114114)
Auliya Maharani (11114843)
 
  

Jumat, 01 April 2016

SISTEM INFORMASI & MANAJEMEN LAYANAN SI/TI

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
 
   Sistem informasi manajemen atau SIM  adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif.

Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:
  • ·        Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
  • ·        Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari pertempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
  • ·        Pengambilan Keputusan, proses pemilihan di antara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih di antara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.

Menurut Francisco Proses Manajemen adalah suatu proses Penukaran terhadap nilai dan jasa

PENGERTIAN MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI / TI

            Sama halnya dengan Manajemen Sistem Informasi ,Manajemen Layanan SI/TI ini juga berhubungan dalam bentuk organisasi/perusahaan. Yang maksudnya keduanya sama sama membantu ”suatu hal” dalam sebuah organisasi. Teknologi informasi (TI) bagi suatu organisasi  tidak hanya bermanfaat karena ketersediaan infrastrukturnya, namun juga bagaimana infrastruktur TI tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan TI bagi unit bisnis pengguna layanan.  Selain itu, semakin maju dan berkembangnya organisasi, layanan TI yang ada dituntut untuk selaras dengan tujuan organisasi.
            Dengan keselarasan ini layanan TI dapat digunakan sebagai pendorong tercapainya tujuan organisasi. Layanan manajemen TI dilakukan oleh penyedia layanan TI melalui kombinasi yang tepat dari teknologi, manusia, proses dan informasi.  Dan Manajemen Layanan SI/TI itu sendiri terfokus dalam pengertian ini memiliki hubungan dan kepentingan bersama dengan gerakan perbaikan proses kerangka kerja dan mencari kebenaran yang sebelumnya telah di kaji dalam sebuah organisasi.
            Manajemen Layanan SI/TI mengacu pada pelaksanaan dan pengelolaan kualitas layanan TI yang memenuhi kebutuhan bisnis. Dalam hal ini, Manajemen Layanan SI/TI dapat dianggap sebagai perencanaan sumber daya perusahaan/Enterprise Resource Planning(ERP) untuk IT, meskipun akar sejarah dalam operasi TI membatasi penerapannya di seluruh kegiatan besar TI lainnya, seperti IT manajemen portofolio dan rekayasa perangkat lunak.
Umumnya Manajemen Layanan SI/TI menangani masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang disebut operations architecture, arsitektur operasi) dan bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Tidak ada satu penulis, organisasi yang dapat mengartikan  istilah “manajemen layanan TI” dan asal-usul kalimat ini tidak jelas.

sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_manajemen
             http://latifahdamayanti.blogspot.co.id/2016/03/hubungan-sistem-informasi-manajemen.html

Minggu, 13 Maret 2016

COBIT DAN ITIL

    COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology)

    COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.
   COBIT Framework adalah standar kontrol yang umum terhadap teknologi informasi, dengan memberikan kerangka kerja dan kontrol terhadap teknologi informasi yang dapat diterima dan diterapkan secara internasional.
    COBIT bermanfaat bagi manajemen untuk membantu menyeimbangkan antara resiko dan investasi pengendalian dalam sebuah lingkungan IT yang sering tidak dapat diprediksi. Bagi user, ini menjadi sangat berguna untuk memperoleh keyakinan atas layanan keamanan dan pengendalian IT yang disediakan oleh pihak internal atau pihak ketiga. Sedangkan bagi Auditor untuk mendukung atau memperkuat opini yang dihasilkan dan memberikan saran kepada manajemen atas pengendalian internal yang ada.
    Suatu panduan standar praktik manajemen teknologi informasi. Standar COBIT dikeluarkan oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA. COBIT 4.0 merupakan versi terbaru.
COBIT memiliki 4 cakupan domain, yaitu :

  • Perencanaan dan organisasi (plan and organise)
  • Pengadaan dan implementasi (acquire and implement)
  • Pengantaran dan dukungan (deliver and support)
  • Pengawasan dan evaluasi (monitor and evaluate)


ITIL (IT Infrastructure Library)

Pengertian ITIL

IT Infrastructure Library (ITIL) adalah sebuah kerangka best practice untuk memanage layanan-layanan TI yang terintegrasi dan berbasiskan proses. ITIL merupakan sekumpulan buku yang berisi best practiceuntuk memanage penyampaian layanan TI Tujuan utama dari penerapan ITIL. Sebagai jembatan antara pihak manajemen dan divisi TI agar keduanya bisa berkomunikasi lebih
efektif dan efisien;
  • Bisa memanfaatkan infrastruktur TI yang ada dengan optimal;
  • Bisa memanajemen infrastruktur TI dengan baik sehingga jika terjadi masalah dapat langsung memulihkan keadaan yang ada.


Beberapa aspek penting yang menjadi membuat ITIL unggul yaitu :

  1.  ITIL mengatur tentang kejelasan hubungan dalam pelayanan yg tertuang dalam SLA yang jelas dalam service level management,jadi kedepannya tidak ada yang dirugikan dalam pelayanana,karena semuanya tertuang dalam perjanjian
  2. ITIL menunjukkan bagaimana cara memberikan layanan yang terbaik dan bagaimana merespon jika ingin mengetahui atau terdapat masalah dalam pelayanan dalam service delivery dan service desk
  3. ITIL memungkinkan adanya tanggapan yg cepat dalam penanganan masalah (incident management) dan solusi yang sekiranya bisa diambil sbg jalan keluarnya (problem management), bahkan ketika dalam penyelesaian masalah tersebut menuntut harus terjadinya perubahan (adanya release dan change management)
  4.  ITIL juga mengatur semua dokumentasi yang baik dalam konfigurasi sistem , adanya sebuah peralihan dr sekedar asset management menjadi configuration management , dimana configuration management memiliki suatu kelebihan tersendiri ,yaitu adanya dokumentasi yg sangat lengkap, yang akan memberikan gambaran bahwa setiap satu asset IT yang ada akan bisa dilihat hubungan nya dengan setiap alat lainnya, ini akan memperlihatkan bagaimana dampak fungsinya dan akibatnya jika terjadi kerusakan pada satu alat tersebut
  5. ITIL juga memberikan pemahaman , jika IT services akan bisa berlangsung (dinamis) sesuai dengan kebutuhan bisnis, hal ini memungkinkan adanya perubahan tekhnologi yang berkelanjutan ( IT service continuity management ) untuk menjawab hal tersebut.


·         Sejarah ITIL (Information Technology Infrastructure Library)

Menurut Addy (2007, pXXXVIII), Information Technology Infrastructure Library (ITIL) pertama kali muncul pada akhir tahun 80an. Central Computer and Telecommunication Agency (CCTA) yang merupakan bagian dari departemen pemerintahan Inggris, dengan biaya IT sebesar 9 miliar pound, mendapatkan tekanan besar untuk dapat mengurangi biaya tersebut secara signifikan. CCTA memutuskan efisiensi besar merupakan salah satu cara potensial untuk mengurangi biaya tersebut. Akhirnya mereka menciptakan sebuah linkungan yang berfokus pada proses dan efisiensi untuk pengembangan sebuah kerangka kerja yang saat ini dikenal sebagaiTechnology Infrastructure Library (ITIL).
Pada tahun 90an banyak perusahaan besar dan agen pemerintahan di Eropa mulai mengadopsi kerangka kerja ITIL ini sebagai dasar dalam operasional IT. ITIL mulai menyebar secara luas dan dengan cepat menjadi standar de factountuk manajemen layanan IT.
Pada tahun 2001, kerangka kerja ITIL versi 2 diperkenalkan. Revisi baru ini telah diperbarui dengan definisi dan terminology yang lebih modern terutama dalam pengembangan Service Delivery dan Service Support yang significant sehingga menjadi ringkas dan dapat digunakan.
·         
      Tujuan ITIL (Information Technology Infrastructure Library)

Tujuan Information Technology Infrastructure Library (ITIL) adalah untuk menyediakan petunjuk untuk praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi informasi. Ini mencakup pilihan yang dapat diapdopsi dan diadaptasi oleh organisasi berdasarkan kebutuhan bisnisnya, keadaan, dan kedewasaan dari penyedia layanan. (Sumber:  Anonim1)

 Keuntungan ITIL (Information Technology Infrastructure Library)

Menurut Cartlidge (2007, p8), beberapa keuntungan dari ITIL, antara lain :
-          Meningkatkan kepuasan pengguna dan pelanggan terhadap layanan IT
-          Memperbaiki ketersediaan layanan, yang berpengaruh secara langsung dalam meningkatkan 

keuntungan dan pendapatan bisnis.
-          Menghemat keuangan, dari pengurangan kerja, kehilangan waktu
-          Memperbaiki manajemen sumber daya dan keguanaan
-          Memperbaiki pembuatan keputusan dan mengoptimalkan resiko
-          Memperbaiki waktu terhadap pasar untuk produk baru dan layanan
·      
           Konsep ITIL (Information Technology Infrastructure Library)

ITIL (Information Technology Infrastructure Library) merupakan metodologi yang memberikan panduan best practice bagi IT Service Management dalam membantu menghubungkan IT dengan kebutuhan pelayanan bisnis dan juga sebaliknya. ITIL memberikan pengaruh kepada manajemen termasuk di dalamnya manajemen orang dan proses, efektifitas teknologi, serta efisiensi dan ekonomis dalam memberikan pelayanan bisnis dengan service level yang telah disetujui bersama (antara IT dengan bisnis).
-          Keuntungan yang diperoleh dari ITIL adalah bisnis yang lebih kompetitif diantaranya dengan meningkatnya kepuasan dan pelayanan nasabah, meningkatnya availability dan reliability dari pelayanan IT, meningkatnyaroles dan responsibilities dari organisasi IT, menghubungkan IT dengan bisnis dan bisnis dengan IT.




sumber : http://www.kajianpustaka.com/2014/02/pengertian-sejarah-dan-komponen-cobit.html
- https://artxmarket.wordpress.com/2010/03/24/information-technology-infrastructure-library-itil/
- http://satryaadipratama.blogspot.co.id/2010/08/technology-infrastructure-library-itil.html

Minggu, 22 November 2015

PERUSAHAAN TEKSTIL(Baju,Celana,Sepatu)


Tujuan & Sasaran : di dalam perusahaan tekstil ada tujuan dan sasaran yaitu meningkatkan kualitas lebih besar dari kompetitornya untuk meningkatkan kualitas produksi

Kriteria dalam pelaksanaan terdapat dua bagian antara lain :

Positif:

·         meningkatkan kenyamanan&keamanan bagi pengguna
·         menambah variasi dalam produksi
·         meningkatkan daya saing
·         membuka lapangan kerja
·         berpeluang untuk bekerja sama dengan perusahaan lain

negatif:

·         biaya produksi lebih besar
·         mesin/teknologi terbatas

Permasalahan :
Bahan baku
Pemasaran
Karyawan
Bahan dasar yang tidak sesuai standar
Pemasaran yang tidak sesuai target
Terkadang ada karyawan yang kreatif untuk inovasi produk
Bahan dasar yang harganya meningkat biaya produksi pun naik
Pemasaran yang membutuhkan biaya lebih besar
Kurangnya tenaga kerja ahli
Bahan dasar yang terkadang langka
Pemasaran ketempat tempat yang sulit dijangkau
Karyawan yang kurang terdidik dalam hal teknologi



Alternatif pertama
   Disini kami akan memberikan solusi untuk bagian pemasaran yaitu mungkin dengan pemasaran lewat media sosial akan mengurangi biaya pemasaran dan target penjualan pun akan tercapai karena di media sosial semua kalangan dapat melihat.

Alternatif kedua
   Di bagian kedua ini kami akan memberikan solusi untuk bagian karyawan yaitu dengan adanya beasiswa/pelatihan karyawan untuk belajar agar menjadi tenaga kerja terdidik dan ahli akan terwujud dan kualitas karyawan pun meningkat

Alternatif ketiga
    Dibagian terkahir ini kami akan memberikan solusi terhadap masalah pemasaran juga yaitu dengan pemasaran ketempat tempat yang banyak orang mudah melihat seperti alun alun kota, jalan tol, dll

KEPUTUSAN
   Keputusan yang menurut saya mudah dilakukan dan efektif serta efisien yaitu dengan pemasaran melalui media sosial karena dengan media sosial semua orang mudah mengakses apa yang dijual

KESIMPULAN

    Dari penjelasan diatas dapat kami simpulkan bahwa dalam perusahaan tekstil itu terdapat banyak masalah dan alternatif penyelesaiannya namun sebagai pengambil keputusan kita harus mencari alternatif apa yang paling efektif dan efisien untuk dilaksanakan karena ketika perusahaan mendapat masalah solusi yang cepatlah yang dibutuhkan